Thursday, October 3, 2024

 Hari ini saya mengawali hari dengan es kopi tanpa gula dan kabar baiknya sepertinya hidup tanpa minuman manis menjadi hal yang paling konsisten yang bisa saya lakukan saat ini. artinya saya tidak merasa dampak apapun dari meninggalkan minuman manis. oh, dan jam tidur. untungnya anak saya pasti tidur cepat, sehingga jam tidur juga menjadi hal paling konsisten dan tidak membuat saya merasa berat atau merasa harus mengubah pola hidup terlalu banyak.

dampak apa yang saya rasakan dalam 2 hari terakhir? pertama tentu kondisi badan yang lebih segar di pagi hari. biasanya saya tidur antara jam 11 hingga jam 12 malam dan bangun jam 4 pagi. kadang jika sedang fokus main game, nonton, atau sekedar browsing di handphone, saya bisa tidur jam 1 lewat. memang pola hidup yang tidak sehat dan tentu saja potensi ngantuk dan lelah akan terasa di pagi harinya. tapi 2 hari kebelakang, tidur lebih awal membuat saya punya jam istirahat lebih lama, sehingga saya merasa dampak positifnya.

untuk mengurangi gula, saya rasa dampak langsungnya belum terasa. untungnya saya tidak mengalami kondisi dimana tiba-tiba jadi ngidam minum atau makan manis. oh iya, tips untuk membuat konsistensi kita meningkat adalah menjadikan anak kita alat bantu pengingat. kebetulan anak saya punya kecenderungan sebagai seorang komentator. jika kami sudah menjanjikan atau bernasar sesuatu, anak saya akan selalu mengejar janji itu. pada hari pertama, saya cerita ke istri saya soal niat saya mengurangi makan dan minum manis. kebetulan di kamar saat itu anak saya ikut mendengar perbincangan kami. nah jadilah, kemarin setelah sampai di rumah anak saya langsung memberondong saya dengan pertanyaan "papa makan atau minum manis ga hari ini?" ketika saya bilang saya makan krekers yang ada taburan gula-nya (di waktu jendela makan saya), respon anak saya seperti yang sudah saya duga. menceramahi saya mengenai kesehatan dan buruknya mengkonsumsi gula, sambil menambahkan di akhir kalimat, "kan papa gendut, jadi ga makan gula biar kurus". ternyata anak saya juga punya bakat membully orang lain. hahahahaha.

tapi dibalik konsistensi ada juga tantangan. saya pikir bekerja dari rumah akan mempermudah program 100 hari saya. ternyata tidak semudah itu kawan-kawan. saya justru sulit untuk mengontrol diri di rumah, pertama karena makanan mudah dijangkau, saya tidak perlu menunggu lift atau antri di kantin. cukup ke dapur, ada nasi dan lauk disana. kedua, ada cemilan. berbeda dengan di kantor dimana saya tidak menyediakan cemilan sama sekali, di rumah istri saya punya cemilan yang bisa diakses dengan mudah.akibatnya saya pribadi harus mengakui saya agak kalap.

sebenarnya saya berhasil menepati jendela makan, pasca jam 12 saya tidak lagi menyentuh makanan apapun, hanya minum air putih saja ketika merasa lapar. tapi masalah muncul di jam makan malam. dimana anak saya minta pizza sebagai menu makan malam. memang ini adalah pilihan random. gayung bersambut karena istri saya dan saya tidak melakukan penolakan. akhirnya saya diminta membantu ikut makan pizza karena sayang akan mubazir jika tidak dimakan. pembelaan saya memang tidak banyak yang saya makan, tapi tetap saja, saya harus memperbaiki intensi saya kaitannya dengan makan.

hari ini saya masih melanjutkan minum kopi tanpa gula dan masih aman. hari ini saya akan membuka jendela makan dari pagi, berarti akan selesai tepat jam 12. semoga karena sekarang tidak ada distraksi, saya bisa fokus di hari ini. untuk kegiatan badminton di hari sabtu, kondisinya masih 50-50 karena saat saya lempar di grup masih beberapa member saja yang mengkonfirmasi kehadiran.

selebihnya akan saya bahas di besok hari.

Wednesday, October 2, 2024

 Informasi awal, berat badan hasil menimbang tadi pagi adalah 113 Kg. bukan angka yang baik, terlebih secara teknis saya masuk katgori obesitas, walaupun belum yang paling parah. hal ini harus segera ditindak.

anyway, diatas ekspektasi saya, kemarin saya berhasil untuk melakukan fasting. satu kali makan. dan hanya minum kopi pahit dan air putih walaupun tidak sampai 2 liter air putih, tapi 1.5 liter bukan angka yang buruk juga kan? yang saya rasakan kemarin justru pada saat jalan pulang. saya merasakan sekali perut keroncongan dan mengantuk, tapi secara umum saya merasa badan saya bisa menerima dengan cukup baik. catatan baik diakhiri dengan risol mayo, yap tidak salah, semalam sesampainya di rumah istri minta pendapat mengenai risol mayo yang dibelinya di depan sekolah anak. saya seketika lupa janji saya, padahal di hari pertama lho. tapi untungnya setelah itu saya tidak melanjutkan dengan makan malam.

tidur malam kemarin cukup, terlebih saya tidur sebelum jam 10 dan bangun lebih siang dari hari kemarin, hari ini saya bangun jam 4.30 tapi baru benar-benar beranjak dari kasur tepat jam 5.00 pagi. itupun karena harus mengantar istri saya ke stasiun. saya merasa badan cukup bugar pagi ini. dan semalam walaupun minum banyak air putih, tapi saya tidak terbangun di tengah malam untuk ke wc. mungkin saking ngantuknya? entah.

hari ini sepertinya tidak banyak yang bisa saya tulis. hari ini saya akan buat undangan badminton dan karena hari ini saya di rumah, saya pikir saya akan majukan jendela makan saya. kalau kemarin di siang hingga ke sore, maka sekarang di pagi hingga ke siang. salah satu pembelaan saya adalah agar badan saya tidak kaget, yang biasanya masuk sarapan masak tiba-tiba hilang begitu saja? hehehehe.

sementara itu yang bisa saya tulis dalam jurnal saya, untuk detail hari ini akan saya tulis besok. sudah hampir jam 8 pagi, selain akan memulai hari dengan rapat, saya akan menyempatkan diri untuk makan dulu. 

Tuesday, October 1, 2024

Hari ini ada dua hal yang saya putuskan untuk saya mulai. selama 100 hari kedepan saya akan membiasakan menulis dan melakukan transformasi pola hidup. tentu saja tulisan saya nantinya akan menceritakan pengalaman saya dalam melakukan transformasi pola hidup.

apa maksudnya transformasi pola hidup dan kenapa hal itu saya lakukan?

semalam, saya menonton salah satu konten video di youtube yang membahas mengenai gejala-gejala yang harus anda waspadai, karena gejala tersebut menandakan anda mungkin menderita diabetes. awalnya saya merasa oh ini akan jadi informasi berguna untuk kesehatan. ternyata yang terjadi lebih daripada itu, saya menemukan beberapa gejala yang disebutkan ada pada diri saya.

oleh karena itu semalam saya memutuskan untuk mengubah pola hidup saya. saya tahu hal ini berat karena motivasi manusia itu tidak selalu stabil. ditambah lagi dengan dinamika harian yang mungkin memaksa saya untuk membatalkan transformasi yang saya canangkan sendiri. oleh sebab itu saya pikir saya akan menulis juga dengan harapan kombinasi keduanya bisa jadi motivasi dan pengingat tambahan untuk saya.

rencana saya dalam 100 hari kedepan adalah mengurangi minum dengan gula, memperbanyak konsumsi air putih, menjalankan intermiten fasting, mengurangi porsi makan, memperbaiki pola tidur, dan merutinkan olahraga.

1. mengurangi minuman dengan kandungan gula. hal ini mungkin jadi hal terberat dalam hidup saya. pertama karena saya  orang yang sangat suka makanan manis, kedua, karena produk berpemanis ada dimana-mana. hari ini usaha saya mulai dengan minum kopi tanpa gula. yap, seperti orang Indonesia pada umumnya (atau saya hanya mengeneralisir ya), aneh jika hanya minum kopi pahit, maka biasanya saya minta dibekali es kopi manis ke istri saya. hari ini, saya mulai dari minta es kopi tanpa gula, entah mau disebut long black, americano, atau apapun, yang jelas minimal dalam 100 hari kedepan saya harus membiasakan diri kopi tanpa gula. efeknya? selain rasa saya pribadi ternyata tidak terlalu merasa aneh dengan kopi tanpa gula, jadi mungkin ini awal yang baik

2.  memperbanyak minum air putih. ini justru hal yang paling mudah saya lakukan. secara di kantor hanya disediakan air putih. PR terbesar saya adalah menghindari jajan minuman manis pada jam istirahat nanti. selain mendukung poin pertama, harusnya  momen itu saya manfaatkan untuk memperbanyak minum air putih. target saya 2 liter hingga nanti jam 17.00

3. menjalankan intermiten fasting. mudahnya mengatur jendela makan. artinya kalau sebelumnya saya bebas makan apapun di jam berapapun, mulai hari ini saya akan mencoba mengatur jendela makan. jika jendela makan saya buka selama 4 jam dari jam 12.00 hingga jam 16.00, maka potensinya saya tidak boleh sarapan dan makan malam. hari ini untungnya saya berangkat ke kantor sendirian, sehingga saya bisa skip sarapan. semoga tubuh saya tidak terlalu kaget.

4. mengurangi porsi makan. untuk ini saya cukup beruntung hari ini. istri saya wfh sehingga kami tidak mampir sarapan. untuk beberapa menu sarapan saya selalu minta porsi satu setengah bahkan 2 porsi. nah mulai hari ini kedepannya saya akan belajar mencukupkan diri dengan satu porsi saja.

5. memperbaiki pola tidur. saya tipe orang yang pola tidurnya sangat tidak terartur. walaupun rataan jam bangun sama, sekitar jam 4 pagi, namun demikian jam tidur selalu tergantung pada ngantuknya saya. nah mulai dari semalam saya mencoba membiasakan untuk tidur sekurang-kurangnya 6 jam. artinya jika bangun jam 4, saya maksimal harus tidur jam 10 malam.

6. merutinkan olah raga. hal ini juga mudah saya lakukan karena didukung selama sekitar sebulan kebelakang saya dan rekan kantor main badminton. PR nya adalah hal ini belum rutin. namun demikian dari sekarang saya akan coba lebih merutinkan kegiatan ini agar badan saya menjadi lebih bugar.

akhirnya..
selama 100 hari kedepan saya akan coba membuat daily journal. saya akan mencoba menuliskan kesan saya dalam menjalankan transformasi pola hidup. pagi ini? perut saya jelas keroncongan karena biasanya sudah terisi. yang jelas saya tidak mengalami kendala dengan kopi pahit, semoga justru kopi pahit memberikan manfaat maksimal dari kopi (sebab katanya kopi pahit jauh lebih sehat). semalam saya tidur sekitar jam setengah 10 malam, namun saya terbangun jam 3 pagi dan tidak melanjutkan tidur. efeknya belum terlalu terasa, karena sekarang saya masih cukup segar. selebihnya saya belum bisa cerita banyak, mungkin di hari kedua besok saya bisa menceritakan pengalaman seharian.