Hari ini saya mengawali hari dengan es kopi tanpa gula dan kabar baiknya sepertinya hidup tanpa minuman manis menjadi hal yang paling konsisten yang bisa saya lakukan saat ini. artinya saya tidak merasa dampak apapun dari meninggalkan minuman manis. oh, dan jam tidur. untungnya anak saya pasti tidur cepat, sehingga jam tidur juga menjadi hal paling konsisten dan tidak membuat saya merasa berat atau merasa harus mengubah pola hidup terlalu banyak.
dampak apa yang saya rasakan dalam 2 hari terakhir? pertama tentu kondisi badan yang lebih segar di pagi hari. biasanya saya tidur antara jam 11 hingga jam 12 malam dan bangun jam 4 pagi. kadang jika sedang fokus main game, nonton, atau sekedar browsing di handphone, saya bisa tidur jam 1 lewat. memang pola hidup yang tidak sehat dan tentu saja potensi ngantuk dan lelah akan terasa di pagi harinya. tapi 2 hari kebelakang, tidur lebih awal membuat saya punya jam istirahat lebih lama, sehingga saya merasa dampak positifnya.
untuk mengurangi gula, saya rasa dampak langsungnya belum terasa. untungnya saya tidak mengalami kondisi dimana tiba-tiba jadi ngidam minum atau makan manis. oh iya, tips untuk membuat konsistensi kita meningkat adalah menjadikan anak kita alat bantu pengingat. kebetulan anak saya punya kecenderungan sebagai seorang komentator. jika kami sudah menjanjikan atau bernasar sesuatu, anak saya akan selalu mengejar janji itu. pada hari pertama, saya cerita ke istri saya soal niat saya mengurangi makan dan minum manis. kebetulan di kamar saat itu anak saya ikut mendengar perbincangan kami. nah jadilah, kemarin setelah sampai di rumah anak saya langsung memberondong saya dengan pertanyaan "papa makan atau minum manis ga hari ini?" ketika saya bilang saya makan krekers yang ada taburan gula-nya (di waktu jendela makan saya), respon anak saya seperti yang sudah saya duga. menceramahi saya mengenai kesehatan dan buruknya mengkonsumsi gula, sambil menambahkan di akhir kalimat, "kan papa gendut, jadi ga makan gula biar kurus". ternyata anak saya juga punya bakat membully orang lain. hahahahaha.
tapi dibalik konsistensi ada juga tantangan. saya pikir bekerja dari rumah akan mempermudah program 100 hari saya. ternyata tidak semudah itu kawan-kawan. saya justru sulit untuk mengontrol diri di rumah, pertama karena makanan mudah dijangkau, saya tidak perlu menunggu lift atau antri di kantin. cukup ke dapur, ada nasi dan lauk disana. kedua, ada cemilan. berbeda dengan di kantor dimana saya tidak menyediakan cemilan sama sekali, di rumah istri saya punya cemilan yang bisa diakses dengan mudah.akibatnya saya pribadi harus mengakui saya agak kalap.
sebenarnya saya berhasil menepati jendela makan, pasca jam 12 saya tidak lagi menyentuh makanan apapun, hanya minum air putih saja ketika merasa lapar. tapi masalah muncul di jam makan malam. dimana anak saya minta pizza sebagai menu makan malam. memang ini adalah pilihan random. gayung bersambut karena istri saya dan saya tidak melakukan penolakan. akhirnya saya diminta membantu ikut makan pizza karena sayang akan mubazir jika tidak dimakan. pembelaan saya memang tidak banyak yang saya makan, tapi tetap saja, saya harus memperbaiki intensi saya kaitannya dengan makan.
hari ini saya masih melanjutkan minum kopi tanpa gula dan masih aman. hari ini saya akan membuka jendela makan dari pagi, berarti akan selesai tepat jam 12. semoga karena sekarang tidak ada distraksi, saya bisa fokus di hari ini. untuk kegiatan badminton di hari sabtu, kondisinya masih 50-50 karena saat saya lempar di grup masih beberapa member saja yang mengkonfirmasi kehadiran.
selebihnya akan saya bahas di besok hari.
RSS Feed
Twitter
5:45 PM
Daniel Gatyo